Anda berada di : Beranda Artikel Magic Kesurupan

Kesurupan

User Rating: / 0
PoorBest 
Article Index
Kesurupan
Kesurupan Massal
Kesurupan dan Trance
Kesurupan sebagai proses identifikasi
Kesurupan sebagai bentuk psikoterapi
Kapan memakai teknik kesurupan ?
All Pages

Kesurupan adalah fenomena budaya. Di Nusantara kesurupan adalah fenomena yang dapat dijumpai dari Aceh hingga Papua. Setiap budaya memunyai penjelasan yang berbeda dan mempunyai cara yang berbeda pula dalam menyikapi dan menanganinya.

Istilah yang sama untuk kesurupan adalah kerasukan, kerawuhan, keranjingan. Kata surup, rasuk, rawuh, ranjing menggambarkan keadaan sesuatu yang berasal dari luar masuk ke dalam dan mengisi ruang dalam.

Psikologi memberikan penjelasan mengenai fenomena kesurupan sebagai :

  1. Keadaan disosiasi, saat seseorang seakan terpisah dari dirinya;
  2. hysteria , saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya ,
  3. split personality , saat pada diri seseorang tampil beragam perilaku yang dimunculkan oleh "pribadi" yang berbeda. Penjelasan ini seringkali mengalami benturan dengan kenyataan-kenyataan budaya.

Dari beberapa peristiwa kesurupan di Tanah Pasundan yang sempat penulis amati, ada pola dalam kesurupan . Pelaku sebelum mengalami kesurupan mengalami peristiwa yang penuh tekanan. Penanganan menggunakan cara-cara normal dipandang pelaku malah membawa ke jalan buntu.

Di sisi lain dalam budaya Sunda ada ketidaksadaran kolektif menyatakan bahwa tersedia "jalan keluar" untuk hal-hal yang sudah buntu, yaitu "kesurupan". Pilihan yang nyurup pun sedemikian terbatas, yaitu beberapa tokoh yang dikenal dalam mitologi Sunda dan Harimau. Harimau diyakini sebagai alihwujud dari Siliwangi yang ngahiang/moksa. Permintaan sang tokoh saat surup dapat diperkirakan, yaitu meminta sejumlah hal kecil seperti kopi, tembakau, sirih dan permintaan lain yang merupakan simbolisasi dari masalah pelaku.

Di Bali, kesurupan atau kerawuhan dipandang sebagai hal netral. Dalam alam budaya Bali, manusia adalah jagat alit dan semesta adalah jagat agung. Insan-insan suci seringkali dipilih oleh ruh suci untuk mengkomunikasikan hal yang harus dan tidak boleh dilakukan kepada komunitas di suatu wilayah. Peranan pedanda (tetua agama) di Bali adalah mengalihbahasakan apa yang disampaikan ruh yang surup di diri pelaku kepada komunitas.

Di Jawa, kesurupan seringkali diyakini sebagai masuknya ruh-ruh jahat yang diyakini berada di teritori tertentu yang merasakan bahwa dirinya terganggu oleh pelaku. Ada sejumlah cara yang dilakukan agar sang ruh jahat segera keluar dari diri pelaku . Ada sejumlah sesaji dan ritual yang harus disiapkan agar sang pelaku selanjutnya aman.

Setelah istilah dan praktek Ruqyah dikenal di Indonesia, kesurupan dipahami sebagai bahwa entitas "jin" masuk dan menguasai diri pelaku. Cara yang baik melakukannya adalah mengusir sang jin dari diri manusia. Praktisi Ruqyah melakukan langkah-langkah agar sang pelaku mempunyai kendali atas dirinya dan mampu mengusir jin yang masuk ke dalam dirinya.



 

Login Member






Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini33
mod_vvisit_counterBulan Ini188
mod_vvisit_counterSemuanya14901

Sedang Online : 4
Terima Kasih

Live Support

Follow Us

Hot Item

Magic is Dead
Magic is Dead
Rp. 55.000,00
Magicholic
Magicholic
Rp. 75.000,00
Jacket Ace Prediction
Jacket Ace Prediction
Rp. 140.000,00
Vanishing Card
Vanishing Card
Rp. 99.000,00
Jack Gesper
Jack Gesper
Rp. 80.000,00

Fast Order

STEP 1

Cantumkan Nama Lengkap, Alamat Lengkap, Nama Produk, Ukuran

STEP 2

Kirim Data di atas ke :
SMS
0888 0210 6162
Atau
Email
info@kaosmagic.com

STEP 3

Lakukan pembayaran ke :
BCA (Bank Central Asia)
No. Rek : 086 030 1199
Atas Nama : Oesep Kurniadi

STEP 4

Lakukan konfirmasi pembayaran melalui SMS/EMAIL
Hanya transaksi yang telah melalui validasi administrator yang kami layani

Banner

Keranjang Belanja

VirtueMart
Your Cart is currently empty.